Arti Lambang Fakultas Teknik Universitas Udayana

Dibalik lambangnya yang gagah, Lambang Fakultas Teknik Universitas Udayana memiliki makna yang tersirat didalamnya.

Pengantar Sosial Media

Secara umum, sosial media merupakan wadah seseorang untuk berbagi berbagai informasi kepada masyarakat luas secara online, tidak terbatasi oleh jarak dan waktu.

Werewolf Game

Meng'eliminasi atau ter'eliminasi.

Kelestarian Budaya Bali

Mengapa masyarakat Bali sangat antusias terhadap keseniannya?

Senin, 08 Oktober 2018

ERP dan Perusahaan Manufaktur


 Halo SemetonPernah mendengan Perusahaan Manufaktur? Apasih perusahaan manufaktur itu? Naah, kali ini kita akan membahas mengenai materi yang saya dapatkan di Program Studi Teknologi Informasi di mata kuliah Enterprise Resource Planning mengenai  ERP dan Perusahaan Manufaktur dengan dosen bapak I Putu Agus Eka Pratama ST., MT.
ERP atau enterprise resource planning merupakan sebuah sistem yang dapat digunakan dalam membantu pekerjaan setiap unit pada suatu perusahaan salah satunya perusahaan yang bergerak pada bidak manufaktur yang merupakan salah satu bidang yang paling banyak memperoleh manfaat dari implementasi ERP.
Bidang manufaktur merupakan salah satu bidang yang menerapkan penggunaan sejumlah alat dan media yang memiliki fungsi utama sebagai pengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi ataupun barang jadi yang kemudian akan didistribusikan ke distributor dan konsuman akhir. Alat dan media tersebut juga dapat membantuk untuk menjalankan dua atau lebih proses dengan melakukan integrasi terhadap komponen-komponen produk. Maka dari itu ERP akan sangat membantu mewujudkan dan melancarkan pekerjaan dari setiap unit-unit agar dapat mencapai tujuan perusahaan.
Penggunaan ERP pada bidang manufaktur memiliki beberapa modul-modul yang penting yang memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya diantaranya sebagai berikut.
1)  Tooling berhubungan dengan inventory dan capacity. Tooling merupakan modul yang mengatur penggunaan alat (tool) dan berfungsi kedatangan bahan mentah tepat waktu.
2)   Engineering Change Control adalah sebuah modul yang mendefinisikan otorisasi untuk penerapan engineering mulai dari petinggi perusahaan sampai pada konsumen akhir dari produk ataupun jasa.
3)     Serialization adalah modul yang mengatur pemilihan material dan serialisasi atas komponen yang dibuat menggunakan material tersebut.
4) Configuration Management digunakan untuk mempersingkat waktu review engineering melalui penyediaan knowledge base.
5)  Engineering Data Management adalah modul yang berfungsi untuk mempercepat manajemen dan pengiriman data.
6)  Just in Time berfungsi membantu bagian produksi untuk melakukan transisi jadwal produksi berdasarkan permintaan. Modul ini berkaitan dengan penambahan jumlah produk yang akan dipasarkan apabila produk tersebut mendapat sambutan baik dari konsumen. Penambahan jumlah ini akan mempengaruhi penambahan biaya, waktu, dan tenaga yang harus dipertimbangkan. Dengan adanya modul ini maka akan mempermudah dalam hal perhitungan biaya, waktu, dan tenaga perusahaan.
7) Quality Management adalah modul yang berfungsi untuk membantu benchmarking (perbandingan) kualitas produk. Modul ini biasanya membandingkan produk yang akan dipasarkan dengan produk competitor ataupun dengan produk sebelumnya (berinovasi) menyangkut fitur, penilaian daru konsumen serta harga.
8)  Material and Capacity Planning berfungsi membantu perencanaan ketersediaan bahan mentah dengan kebutuhan pembeli dan jumlah barang yang harus diproduksi.
9) Point of Sale merupakan modul yang memegang tanggung jawab terhadap pembelian barang langsung oleh konsumen (kasir/ proses tatap muka).
10)Keuangan dan akutansi merupakan modul yang berfungsi atas pengelolaan keuangan, transaksi, pembuatan buku besar, sampai pada pembuatan anggara belanja dalam per periode.

Selain modul-modul diatas, ada beberapa hal lain yang dapat menunjang keberhasilan suatu industri manufaktur seperti mekanisme kerja ERP yaitu:
1.   Peramalan (Forecasting)
Peramalan (forecasting) merupakan perkiraan yang berbasiskan data mengenai penjualan dan penggunaan produk. Peramalan ini dilakukan agar memperoleh kesimpulan atau keputusan mengenai jumlah dan kelayakan produk yang dibuat. Peramalan juga menggambarkan permintaan yang akan datang berdasarkan pada beberapa variable. Dalam mekanisme peramalan, akan diterima informasi dari perencanaan bisnis dan analisis penjualan, kemudian memberikan informasi kepada perencanaan produksi dan perencanaan keuangan. Mekanisme peramalan harus mengikuti perencanaan bisnis dan proses bisnis yang ada didalam perusahaan tersebut.
2.   Manufacturing Resource Planning
Manufacturing Resource Planning (MRP) atau perencanaan sumber daya manufaktur merupakan inti dari ERP pada industri manufaktur. MRP menerima informasi dari peramalan (forecasting), input pesanan (order entry), rekayasa (engineering), dan plant & equipment maintenance. MRP  juga bertanggung jawab untuk memberikan informasi mengenai hutang (accounts payable), piutang (accounts receivable), pengiriman (shipping), perencanaan bisnis, dan fungsi-fungsi lain dari perusahaan. Jadi,dapat disimpulkan bahwa ukuran – ukuran kinerja dari MRP dan diimbangi denganukuran – ukuran kinerja ERP dapat digunakan dalam aktivitas perencanaan bisnis pada perusahaan manufaktur.
3.   Akuntansi dan Keuangan
Akuntansi dan keuangan dalam industri manufaktur akan menangani fungsi seperti payroll, productcosting, hutang (accounts payable), piutang (accounts receivable), harta tetap (fixed assets), dan general ledger, yang berperan penting dalam perencanaan keuangan guna mendukung sistem ERP. Pada mekanisme akuntansi dan keuangan juga terdapat perencanaan kebutuhan tooling (alat-alat pembantu) untuk produksi yang merupakan komponen dari sistem ERP. ERP akan memberikan informasi berupa time–phased Net Tooling Requirements reporting, yang serupa dengan materials requirements reporting. Komponen tooling dari ERP menerima informasi dari MPS, manajemen persediaan, dan harta tetap, yang selanjutnya memberikan informasi kepada production scheduling, pembelian, dan general ledger.
4.   Engineering
Engineering merupakan mekanisme yang memegang peran penting pada ERP industri manufaktur. Informasi terkait engineering disimpan melalui bills of material (BOM) dan routing. Informasi yang disimpan kemudian diserahkan kepada bagian pembelian dan product costing. Engineering pada ERP dikendalikan oleh  Engineering Change Notice (ECN) number, date, dan product serial number(hardware dan software).
Pengimplementasian ERP dalam industri manufaktur perlu memperhatikan beberapa hal. Mulai dari berangkat dari proses bisnis existing yang bersifat best practice. ERP pada penerapannya sangat mengutamakan integrasi mulai dari sistem, data, sampai pada middleware yang digunakan untuk pendistribusian data. Penerapan ERP dalam perusahaan dapat berupa software atau sistem (kombinasi antara software dan hardware). ERp dapat diterapkan kapan saja dan oleh industry apa saja. Hal ini karena ERP bukan merupakan sebuah produk melainkan sebuah proses. Oleh karena itu ERP perlu diterapkan ada industry yang memiliki proses bisnis yang jelas.
ERP dapat diterapkan pada industri manufaktur apapun mulai skala kecil, menengah, sampai pada perusahaan yang memiliki skala besar dengan sejumlah cabang di tempat lain. Hal enting yang harus diperhatikan adalah adanya kejelasan proses bisnis, pemetaan kebutuhan industri dan perusahaan terhadap ERP, serta kepastian integrasi (sistem, data, middleware). Selain itu diperlukan SDM yang professional dibidang ERP, karena sejatinya lebih mudah menemukan software ERP dibandingkan SDM ERP yang handal.


Referensi:

Dhewanto, Wawan, Falahah. Enterprise Resource Planning : Menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis. Penerbit Informatika. Bandung. 2007.
Portougal, Victor, Sundaram, David. Business Processes : Operational Solutions for SAP Implementation. IRM Press. London. 2007.

Model Pengembangan Data Warehouse dan Data Multi Dimensi


 Halo Semeton. kali ini kita akan membahas mengenai materi yang saya dapatkan di Program Studi Teknologi Informasi di mata kuliah Data Warehouse mengenai  Model Pengembangan Data Warehouse dan Data Multi Dimensi dengan dosen bapak I Putu Agus Eka Pratama ST., MT.
Pada media penyimpanan data saat ini, terdapat perbedaan mendasar antara data yang tersimpan pada database biasa dengan data yang tersimpan pada Data Warehouse. Hal ini disebabkan karena data- data pada Data Warehouse selain bertujuan untuk historis, juga digunakan untuk menganalisa data yang akan berdampak pada pengambilan keputusan dan pembuatan laporan. Solusi dari masalah ini adalah bagaimana melihat data dari berbagai dimensi yang berbeda- beda.
Data Mart merupakan sub bagian dari Data Warehouse keseluruhan sebagai sebuah struktur data, yang di dalamnya memuat data, guna memudahkan pengguna akhir di dalam mengakses data dari Data Warehouse sesuai kebutuhan ataupun untuk analisa data. Data Mart juga dapat didefinisikan sebagai unit (bagian) dari Data Warehouse secara keseluruhan yang berada pada layer akses (Access Layer) berorientasikan kepada spesifik proses bisnis dan kebutuhan dari unit organisasi tempat di mana Data Warehouse tersebut diimplementasikan. Apabila dianalogikan sebagai sebuah himpunan, maka Data Mart adalah himpunan bagian dari sebuah himpunan semesta bernama Data Warehouse. Sehingga apabila Data Warehouse memuat semua data sesuai kebutuhan dari keseluruhan organisasi bersangkutan, maka Data Mart hanya memuat data spesifik sesuai kebutuhan per unit atau departemen saja.
Pengembangan Data Warehouse memiliki beberapa model yang didapatkan berdasarkan hierarki dan masukan dari pengguna yaitu sebagai berikut.
1.     Top Down tanpa User Feedback
Aliran data pada model Top Down tanpa User Feedback ini sangatlah sederhana karena tidak melibatkan user feedback. Aliran data berawal dari sumber-sumber data kemudian diteruskan ke Data Warehouse lalu di pecah ke dalam beberapa Data Mart. Penggambaran model ini adalah sebagai berikut.

2.     Bottom Up tanpa User Feedback
Model Bottom Up tanpa User Feedback ini merupakan kebalikan dari model Top Down tanpa User Feedback dimana berbeda dari Top Down yang memulai pengembangan dari atas, model ini memulai pengembangannya dari bawah dimana Data Mart dibentuk dari data-data yang berasal dari berbagai sumber data. Pada tahap satu, menerapkan ETT (Extraction, Transformation, Transportation) pada sumber – sumber data ke masing – masing Data Mart. Kemudian setiap Data Mart mengintegrasikan data – data dari berbagai sumber tersebut. Pada Tahap dua, data dialirkan dari masing- masing Data Mart ke Data Warehouse, dengan kembali menggunakan proses ETT (Extraction, Transformation, Transportation) pada data dari setiap Data Mart kembali diintegrasikan di dalam Data Warehouse kemudian dilakukan juga penghilangan Redudancy pada data- data dari sejumlah Data Mart tersebut. Berikut visualisasi dari model ini.
3.     Parallel tanpa User Feedback
Model Parallel tanpa User Feedback merupakan modifikasi dari model Top Down, namun Data Marttidak sepenuhnya bergantung kepada Data Warehouse (dalam hal sumber data yang diperoleh). Mekanisme kerja dimulai dengan dibangunnya Data Warehouse dari berbagai sumber data. Di dalam Data Warehouse terdapat Data Model yang menjadi acuan bagi model data untuk Data Mart- Data Mart yang dibentuk kemudian Data Model ikut mempengaruhi Data Mart. Kemudian Data Mart yang terbentuk, ikut berperan di dalam membangun Data Warehouse melalui integrasi di level data.
4.     Top Down beserta User Feedback
Pada Model Top Down beserta User Feedback sejumlah data dari berbagi sumber data membentuk Data Warehouse. Data Warehouse menjadi pusat dari penggudangan data- data yang berasal dari berbagai sumber data tersebut. Pada model ini terjadi proses integrasi di level data yang bertujuan memudahkan data- data disatukan ke dalam sebuah gudang data ini. Dari Data Warehouse, dibentuk sejumlah Data Mart sesuai dengan kebutuhan pengguna. User Feedback pada Data Mart, menjadi tolok ukur di dalam pengembangan berkelanjutan pada Data Mart dan Data Warehouse itu sendiri. Pada Model Top Down beserta User Feedback, User Feedback mempengaruhi Data Mart dan secara otomatis akan mempengaruhi Data Warehouse itu sendiri. Terdapat aliran bolak- balik dari User Feedback (pengguna) ke Data Mart dan dari Data Mart ke Data Warehouse.
5.     Bottom Up beserta User Feedback
Mekaisme kerja pada Bottom Up beserta User Feedback dimulai dari dibentuknya terlebih dahulu dua Data Mart atau lebih, menggunakan data – data dari berbagai sumber data. Kemudian digunakan ETT (Extraction, Transformation, Transportation) untuk membantu pengumpulan data, ekstraksi data, transformasi ke format data yang disepakati bersama di dalam Data Mart, serta integrasi di level data itu sendiri. .Lalu dibentuk Data Warehouse dari Data Mart yang terbentuk kemudian kembali menggunakan ETT untuk mengintegrasikan data- data dari berbagai Data Mart tersebut ke dalam kesatuan Data Warehouse. User Feedback diarahkan melalui tatap muka Data Warehouse, yang berefek terhadap Data Mart- Data Mart yang membentuk Data Warehouse.
6.     Parallel Beserta User Feedback
Mekanisme kerja pada model Parallel beserta User Feedback dimulai dari penentuan aturan untuk model data dari Data Warehouse ke Data Mart yang terbentuk. Data dari berbagai sumber data masuk ke Data Mart dan ke Data Warehouse. Kemudian Data dari sumber data yang menuju ke Data Mart saja yang akan melalui proses ETT (Extraction, Transformation, Transportation). Data yang menuju ke Data Warehouse, terlebih dahulu menuju ke Data Model dari Data Warehouse, untuk menyeragaman format. Pada Data Warehouse tidak terjadi ETT, sebab Data Warehouse menjadi pusat untuk model data enterprise, yang menjadi acuan bagi Data Mart lainnya. Lalu Data Warehouse mengagregasikan data, memuat fungsi koordinasi dan integratif untuk pengembangan ke depannya, termasuk juga manajemen data dan informasi kepada pengguna. User Feedback dialirkan melalui tatap muka ke Data Mart.

Data Warehouse menerapkan Data multi dimensi (Multi Dimensional Data atau MDD). Data multi dimensi merupakan  model data fisik (Physical data Model) yang strukturnya dapat dilihat dari berbagai sudut pandang (dimensi), dengan tiga buah bagian (Record atau baris, Field atau kolom, dan layer), dengan objek – objek data multi dimensi di dalamnya, yang atributnya dibedakan menjadi atribut dimensi dan atribut pengukuran. Data multi dimensi, jika direpresentasikan ke dalam bentuk koordinat, maka dapat ditunjukkan ke dalam tiga buah sumbu, yakni: X, Y, dan Z yang dapat dianalogikan dengan gambar bangun yang memiliki 3 dimensi (panjang, lebar, tinggi).
Data multi dimensi tidak dapat lepas dari kebutuhan untuk mempermudah analisa data. Oleh karena ini data multi dimansi menggunakan dua konsep yakni OLTP dan OLAP. OLTP atau On Line Transactional Data yang berfungsi memproses data – data transaksional namun tidak menyimpan data historis, OLTP hanya digunakan untuk kebutuhan data dan informasi semata dan struktur data hanya terdiri dalam 2 dimensi (baris, kolom). Sedangkan OLAP atau On Line Analytical Data menganalisa data yang berasal dari data – data transaksi (OLTP) dengan mengutamakan historis data. Oleh karena itu, data perlu dilihat dari 3 atau lebih dimensi, untuk kemudahan analisa data. Slicing data atau pemotongan data berlapis – lapis, diasumsikan untuk mengambil data yang relevan untuk kebutuhan analisa.

Referensi:
I Putu Agus Eka Pratama. Handbook Data Warehouse. Penerbit Informatika. Bandung. 2017



Minggu, 09 September 2018

Modul ERP


Halo Semeton. Kali ini kita akan membahas mengenai materi yang saya dapatkan di Program Studi Teknologi Informasi di mata kuliah Enterprise Resource Planning mengenai Modul-modul yang terdapat pada ERP dengan dosen bapak I Putu Agus Eka Pratama ST., MT.
ERP merupakan suatu sistem yang terintegrasi yang digunakan oleh perusahaan untuk perencanaan pemanfaatan sumber daya dengan menggunakan perangkat komputer yang terintegrasi.
Keberadaan sistem ERP ini  menjadikan setiap unit fungsional dalam suatu perusahaan dapat saling berbagi data dan informasi. Inilah yang kemudian dapat meningkatkan sinergitas antara satu elemen dengan elemen lainnya di perusahaan. ERP tidak hanya berperan sebagai aplikasi komputer yang memilki fungsi menangani data secara elektronik dan memprosesnya secara terperinci, melainkan juga memiliki keunggulan lain dalam menyajikan data dan informasi analitik secara real-time atau kapan saja dibutuhkan. Modul ERP dibagi menjadi beberapa bagian yaitu sebagai berikut.
1.   Modul ERP Berdasarkan Sistem Fungsional
ERP mampu meningkatkan sinergitas antar semua elemen karena setiap unit bisa saling terhubung melalui modul-modul yang tersedia dan bisa diakses oleh semua departemen terkait. Berdasarkan sistem Fungsional, Modul ERP terbagi menjadi dua, yakni:
·         Modul OLAP (Online Analitic Processing); seperti namanya, modul ini memilki fungsi sebagai penyaji data dan informasi analitik. Data dan informasi tersebut dapat disampaikan kepada para pengambil keputusan menggunakan modul ini.
·         Modul OLTP (Online Transaction Processing); modul ini berfungsi menangani setiap proses pemasukan (input), proses pengubahan (update) dan proses penghapusan data yang telah terekam pada suatu tabel yang memiliki keterkaitan satu sama lain dalam suatu basis data (database).

2.   Modul Standar yang Terdapat Pada Sistem ERP
Selain dua modul fungsional di atas, di dalam sistem ERP terdapat juga berbagai modul standar yang digunakan untuk mengintegrasikan antara satu data dengan data lainnya. Adapun jenis modul-modul tersebut antara lain:
·         Modul finansial dan akunting
Sistem ERP membantu proses pengelolaan dan pemantauan keuangan suatu perusahaan. Aplikasi Akunting ini tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan keuangan yang hasil akhirnya berupa laporan keuangan dari suatu perusahaan. Modul ini juga berkaitan  dengan pengelolaan data-data yang berkaitan dengan akuntansi laba, cost center manajemen proyek, akuntasi keuangan, Controlling, manajemen investasi, dan perbendaharaan.Selain itu, Modul ini berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan, pengadaan, pemeliharaan, penjualan atau penghapusan serta penarikan hingga depresiasi nilai aktiva di suatu perusahaan.
·         Modul logistik dan persediaan
Salah satu modul standar yang terdapat pada sistem ERP adalah modul Logistik. Secara fungsional, modul ini digunakan untuk memproses pengadaan barang, penyimpanan persediaan, penjualan serta distribusi logistik yang digunakan oleh perusahaan tersebut. Dengan kata lain, modul ini merupakan aplikasi gudang yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk mengelola pencatatan dan pelaporan persediaan barang.
·         Sumber Daya Manusia
Salah satu asset terbesar yang dimiliki perusahaan adalah sumber dayanya. Sumber daya manusia yang terbatas harus dikelola dengan baik dan dikembangkan secara terukuragar alokasinya tepat sasaran. Manajemen sumber daya manusia mencakup perekrutan, penjadwalan, dan pemrosesan gaji. Modul sumber daya manusia ini membantu perusahaan untuk mengelola SDM yang dimiliki. Hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia sebuah perusahaan bisa berupa perekrutan, pembayaran gaji, manajemen tugas, dana intensif, bonus atau konpensasi dan ongkos tugas.
·         Business Process Support
Setiap perusahaan memiliki arus kerja dan solusi industri yang terkait satu sama lain. kedua hal tersebut biasanya digunakan sebagai alat kendali atas apa yang berada di setiap unit fungsi di dalam perusahaan.
·         SCM (Support Chain Management)
Modul SCM ini sangat penting dalam pengembangan sistem ERP dan ini menjadi fokus utama dari sistem. Penggunaan modul yang baik akan menghasilkan solusi yang efektif dalam penghematan biaya perusahaan. Selain itu, optimalisasi perencanaan, penyimpanan, dan pemanfaatan logistik sangat membantu memperbaiki prediksi permintaan juga efesiensi operasi perusahaan.
·         CRM (Customer Relationship Management)
Modul ini berkaitan dengan pengelolaan pelanggan. Modul CRM Indonesia digunakan untuk memastikan layanan sampai atau tidak ke pelanggan. Dengan demiki,an setelah penjualan selesai, aplikasi ini akan mengotomasi proses bisnis yang digunakan untuk penjualan, layanan dan dukungan perusahaan. Dengan kata lain, modul ini berperan sebagai sarana penghubung antara perusahaan dan pelangganya.


Arsitektur Data Warehouse


Halo Semeton, Kemarin kita sudah mempelajari apa itu data warehouse, kali ini kita akan membahas mengenai arsitektur data warehouse yang saya dapatkan dari mata kuliah Data Warehouse di program studi Teknologi Informasi dengan dosen bapak I Putu Agus Eka Pratama ST., MT.

Arsitektur Data Warehouse diperkenalkan pertama kali oleh Ken Orr di dalam paper publikasinya di tahun 1999 yang berjudul Data Warehouse Technology. Ken Orr berpendapat bahwa Arsitektur Data Warehouse merupakan sebuah cara yang dilakukan oleh arsitek Data Warehouse yang berkaitan dengan perancangan dan desain sistem Data Warehouse di dalam sebuah organisasi, untuk mempresentasikannya ke dalam bentuk bagan/gambar/desain, yang memuat segala hal mengenai struktur data, komunikasi pemrosesan, dan presentasi dari komputasi end to end antarkomputer di dalam sistem Data Warehouse.

Arsitektur Dasar
Arsitektur yang paling sederhana pada data warehouse adalah arsitektur dasar atau Basic. Arsitektur dasar terdapat tiga bagian utama yaitu sebagai berikut.

Gambar 1 Arsitektur Dasar https://www.google.co.id/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwifv4qagK_dAhVOXn0KHQ0TDzwQjRx6BAgBEAU&url=http%3A%2F%2Fkegiatanwindy.blogspot.com%2F2011%2F09%2Fgudang-data-data-warehouse.html&psig=AOvVaw1YX
1.     Data Sources
Bagian pertama adalah Data Sourcee atau sumber data. Data yang akan dimasukan kedalam data warehouse dapat berupa database, software, repositori, maupun file. Data tersebut bisa didapatkan dari Operational System dan Flat Files.
2.     Warehouse
Bagian kedua adalah Warehouse yang bertugas sebagai gudang penyimpanan data. Pada Warehouse memuat Metadata, Summary Data, dan Raw Data. Metadata merupakan data yang memuat struktur dari data yang bersangkutan. Summary Data merupakan data dari Data Source yang dikumpulkan ke dalam sebuah tabel serta belum dikomputasikan. Dan Raw Data merupakan data mentah yang berasal dari sumber data, yang belum mengalami perubahan apa pun.
3.     Users
Bagian ketiga adalah Users atau pengguna. User terdiri atas tiga kelompok berdasarkan kegiatan yang dilakukan, yaitu Analysis, Mining, dan Reporting.

Staging Area Arsitektur
Jika pada Arsitektur dasar terdapat 3 bagian di dalamnya, maka dalam hal ini ditambahkan satu bagian lagi yaitu Staging Area. Pada arsitektur ini, terlebih dahulu Data Warehouse membersihkan data yang berasal dari berbagai data sumber ke suatu tempat penampungan antara (biasanya disebut dengan staging area) sebelum masuk ke Data Warehouse. Staging area menyeserhanakan proses pembuatan summary dan management warehouse secara umum.


Data Mart Arsitektur
Arsitektur ini merupakan penyempurnaan dari arsitektur sebelumnya. Selain menyematkan staging area, terdapat tambahan 1 bagian yaitu Data Mart. Pada arsitektur ini, data warehouse akan dibagi lagi menjadi beberapa upabagiansesuai dengan tujuan maupun penggunaannya (misal: subset penjualan perusahaan, subset pemasaran perusahaan, maupun subset inventaris perusahaan). bagian dari data warehouse ini biasa desebut sebagai data mart. Data mart itu sendiri tidak selalu dipandang sebagai suatu uang diturunkan dari data warehouse (pendekatan top-down), tapi data mart itu bisa dipandang sebagai komponen penyusun data warehouse (pendekatan bottom-up). Data mart merupakan subset dari data resource, biasanya berorientasi untuk satu tujuan yang spesifik atau subjek data yang didistribusikan untuk mendukung kebutuhan bisnis. Sebagai contoh data purchasing, sales, dan inventory dapat dipisahkan dalam masing-masing cube.

Oke ton, sekian dulu artikel kali ini mengenai Arsitektur Data Warehouse. Sampai jumpa di blog selanjutnya. AHayy

Minggu, 02 September 2018

Apa itu Enterprise Resource Planning?


Halo Semeton, kali ini kita akan belajar mengenai Enterprise Resource Planning. Seperti biasa, ini adalah materi yang saya dapatkan pada perkuliahan yaitu mata kuliah Enterprise Resource Planning dengan dosen pengampu bapak I Putu Agus Eka Pratama program studi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana. Nah monto gen pembukaanne, jeg langsung gas ke materi ton!
Enterprise Resource Planning (ERP) secara harfiah terdiri atas tiga kata yaitu enterprise yang artinya perusahaan/organisasi, resource yang artinya sumber daya, dan planning yang artinya perencanaan. Berarti Enterprise Resource Planning memiliki pengertian yaitu Perencanaan sumber daya perusahaan, *eaaaaaaaa*.
Apabila dirumitkan sedikit nih ton, secara umum ERP merupakan konsep untuk merencanakan dan mengelola sumber daya perusahaan, sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien dan dapat memberikan pelayanan lebih bagi konsumen, guna menghasilkan nilai tambah dan memberikan keuntungan maksimal bagi stake holder atas perusahaan. Yaa, intinya yaitu Perencanaan sumber daya perusahaan. *eaeaeaeaea*.
ERP banyak diterapkan pada perusahaan (besar/kecil), khususnya manufaktur dan jasa, untuk integrasi, otomatisasi, dari proses – proses yang berhubungan dengan bahan mentah, produksi, distribusi, hingga ke manajemen pemasaran dan sumber daya manusia.
Manfaat Enterprise Resource Planning tidak hanya dapat dirasakan pada perusahaan besar saja, namun pada perusahaann yang berskala kecil pun akan sangat terbantu dengan adanya ERP ini. Berikut ini beberapa manfaat yang dapat dinikmati oleh organisasi yang berhasil menerapkan ERP.
·         Integrasi Bisnis dan Akutasi Data yang Lebih Baik
Mengingat sistem ERP terdiri dari berbagai modul dan sub-modul yang dapat mewakili komponen bisnis tertentu dan saling terintegrasi, sehingga akann terjadi pembaharuan di beberapa modul yang saling berkaitan secara realtime. Dengan demikian, kebutuhann untuk beberapa kali entri data dapat dihilangkan dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan pada saat entri.
·         Perencanaan dan Manajemen Sistem Informasi
Sistem ERP memiliki alat-alat pendukung pengambilan keputusan yang baik seperti alat perencanaan dan alat simulasi yang dapat membantu manajemen untuk lebih tepat memanfaatkan sumber dayanya seperti material, sumber daya manusia dan mesin atau peralatan kerja.
·         Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas
Selain menyediakan perencanaan yang lebih baik, sistem ERP juga dapat meningkatkan efisiensi pada aktivitas rutin harian seperti pemesanan, pengiriman, kinerja pemasok, manajemen kualitas, manajemen kas, dan realisasi penjualan. Dengan adanya sistem ERP, siklus waktu penjualan ke kas dan pembayaran ke pemasok pun dapat dipersingkat.
·         Pembentukan Standarisasi Prosedur
Sistem ERP didasarkan pada proses praktik Internasional terbaik yang diadopsi oleh organisasi yang menerapkannya. Pekerjaan menjadi lebih terstruktur sehingga tidak tergantung pada individu atau pekerja tertentu saja. Sistem ERP bagi sebuah perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas.

Oke ton, itu dulu ya tentang Enterprise Resource Planning bagian awal. Sebenarnya ada lagi mengenai Back Office System, Platform, dan mobile ERP, tapi akan saya lanjutkan setelah kelas nanti. Ahayy

Sumber:
https://www.jurnal.id/en/blog/2017/pengertian-keuntungan-menggunakan-sistem-erp

Apa itu Data Warehouse?


Halo Semeton. Sebagian diantara kita tentu memiliki suatu benda atau barang yang berharga bagi kita dan tentu kita perlu menyimpannyake dalam gudang atau tempat penyimpanan lainnya agar kelak dapat kita ambil lagi apabila ingin kita gunakan. Namun untuk menyimpannya bukan perkara mudah, agar barang yang kita simpan tidak rusak walau disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama. Nah begitu pula dengan data. Pernah ga sih tersirat dibenak kita mengenai bagaimana suatu instansi mengelola dan menyimpan data mereka yang sangat banyak? Apalagi untuk data yang memerlukan jangka waktu penyimpanan yang amat panjang. Bagaimana caranya menyimpan data yang amat banyak agar dapat diproses kembali pada masa yang akan datang? Nah, untuk mengatasi itu semua, diciptakanlah suatu konsep yang bernama Data Warehouse. Berikut ini akan saya perkenalkan apa itu Data Warehouse yang saya dapatkan ketika perkuliahan Data Warehouse dengan dosen I Putu Agus Eka Pratama di Program Studi Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.
Image result for data warehouse
Gambar 1 Arsitektur Data Warehouse
(sumber : https://panoply.io/uploads/versions/diagram4---x----750-328x---.jpg)
Sebelum kita mempelajari Data Warehouse, ada baiknya kita mempelajari sedikit mengenai hal-hal penting yang menjadi kerangka atau yang akan berkaitan dengan Data Warehouse. Ibarat membangun rumah nih, sebelum membangun rumah, kita harus tahu dulu Merk Semen yang harus digunakan, Jenis batu dan pasirnya harus diperhatikan agar kelas menghasilkan rumah yang kokoh, cieehh.
Di dalam mempelajari Data Warehouse, kita akan sering berjumpa dengan istilah Data dan Informasi. Data dalam istilah komputer merupakan berkas digital yang dihasilkan oleh komputer, yang bersifat acak alias belum terorganisasi, dan belum memiliki nilai, fungsi, maupun arti. Dari data tersebut kemudian akan diolah sehingga menghasilkan informasi. Nah informasi inilah yang kemudian akan menjadi suatu pengetahuan atau knowledge bagi individu yang memerlukannya.
Definisi dari Data Warehouse itu sendiri tidak sesederhana “Gudang data”, walaupun memang terjemahannya demikian. Namun oleh Bill Inmon dan Ralph Kimball, dua tokoh yang berperan besar terhadap lahir dan berkembangnya Data Warehouse memiliki masing-masing definisi yang berbeda sesuai dengan sudut pandang mereka masing-masing.
Bill Inmon [1970] menyatakan bahwa Data Warehouse didefinisikan sebagai sekumpulan data yang memiliki enam buah siifat atau karakteristik yaitu :
·         Subject Oriented
·         Integrated
·         Process Oriented
·         Time Variant
·         Accesible
·         Non Volatile
Keenam buah karakteristik tersebut, berguna untuk mendukung dalam membantu di dalam proses pengambilan keputusan pada suatu organisasi, dengan memanfaatkan data, database, Data Warehouse.
Ralph Kimball, yang juga merupakan Bapak Data Warehouse, memiliki definisi yang sedikit berbeda mengenai Data Warehouse. Ia mendefinisikan Data Warehouse dari sudut pandang yang berbeda yaitu merupakan sebuah sistem untuk pengumpulan data transaksional dari berbagai sumber data, yang mengutamakan adanya dua hal yaitu Query dan Analisa Data.
Perbedaan definisi tersebut justru dapat saling melengkapi (ciehh) sehingga apabila dipadukan, definisi Data Warehouse adalah kumpulan dari sejumlah data dari berbagai sumber data yang digudangkan dari data-data transaksional, yang menganut konsep OLTP (On Line Transactional Processing), dengan memanfaatkan adanya Query pada databes serta proses analisa itu sendiri, didukung oleh enam buah sifat atau karakteristik yang dimilikiya.
Penerapan Data Warehouse telah dilakukan di berbagai bidang kehidupan manusia dan telah membantu para pemimpin instansi dalam mengambil keputusan berdasarkan data yang telah digudangkan. Berikut ini penerapan Data Warehouse di berbagai bidang kehidupan.
·         Perbankan
Di bidang perbankan, Data Warehouse memegang peranan di dalam membantu pihak bank untuk menangani alur dan proses keuangan yang ada di dalam organisasi mereka, manajemen uang nasabah, manajemen kredit, dan peningkatan layanan kepada nasabah.
·         Industri
Di bidang industri atau perusahaan, Data Warehouse memegang pperanan penting pada sejumlah unit bisnis dari industri, baik dari pemetaan dan alur bahan mentah hingga menjadi bahan jadi dan setengah jadi, ppemasaran produk dan distribusi produk, analisa dan evaluasi pasar, stok dan inventori, pembelian bahan baku, penggajian pegawai, hingga pelaporan secara dinamis.
·         Pemerintahan
Implementasi Data Warehouse di sektor pemerintahan salah satunya bermanfaat untuk memudahkan penggambaran dan penyajian data-data transaksi dari sistem pengadaan barang dan jasa secara online dan elektronik. Dengan adanya Data Warehouse, maka proses pengadaan barang dan jasa di pemerintahan diharapkan dapat menjadi lebih transparan dan memudahkan para pemimpin di dallam pengambilan keputusan terkait dengan pengadaan.
·         Marketing
Di dalam marketing, seluruh data digudangkan ke dalam Data Warehouse, untuk memudahkan pelaku bisnis di bidang marketing untuk memperoleh informasi mengenai para pelanggan dan konsumen, Supply Chain, penjualan, pemasaran, dan operasional lainnya.
·         Transpoortasi
Di bidang transportasi, Data Warehouse memegang peranan dalam tata kelola arus lalu lintas maupun peningkatan kepuasan penumpang pada bisnis layanan transportasi.

Oke ton, itulah pengenalan singkat kita mengenai Data Warehouse. Artikel ini merupakan ringkasan saya ketika mengikuti perkuliahan. Nah materi mengenai Data Warehouse akan dibahas pada artikel selanjutnya. Sampai jumpa. Ahayy

SUMBER MATERI :
I Putu Agus Eka Pratama. Handbook Data Warehouse. Informatika. Bandung. 2017.