Arti Lambang Fakultas Teknik Universitas Udayana

Dibalik lambangnya yang gagah, Lambang Fakultas Teknik Universitas Udayana memiliki makna yang tersirat didalamnya.

Pengantar Sosial Media

Secara umum, sosial media merupakan wadah seseorang untuk berbagi berbagai informasi kepada masyarakat luas secara online, tidak terbatasi oleh jarak dan waktu.

Werewolf Game

Meng'eliminasi atau ter'eliminasi.

Kelestarian Budaya Bali

Mengapa masyarakat Bali sangat antusias terhadap keseniannya?

Minggu, 25 November 2018

Progres BAB III dan BAB IV Jurnal Data Warehouse

Penelitian dilakukan pada perusahaan manufaktur Dupa yang bernama Dupa Mahadewa. Berikut ini merupakan progres dari BAB III dan BAB IV.

progres_BAB_III_dan_BAB_IV_makalah_data_warehouse

Sabtu, 24 November 2018

Instalasi Pentaho Data Integration


Halo Semeton. Setelah beberappa hari kemarin kita membahas mengenai Data Warehouse, kali ini kita akan membahas mengenai instalasi salah satu tools yaitu Pentaho Data Integration dengan dosen bapak I Putu Agus Eka Pratama ST., MT.

Pentaho Data Integration (PDI) adalah sebuah ETL tool open source yang populer. Selain versi enterprise, ada versi community yang bisa kita gunakan secara cuma-cuma. PDI dapat dijalankan sebagai aplikasi standalone atau sebagai aplilasi client-server, dimana development dilakukan di komputer dan eksekusi dijalankan di server. Untuk perkenalan singkat ini, kita menggunakan PDI Community Edition sebagai aplikasi standalone untuk load dataset CSV ke dalam database. Untuk menginstall PDI, terdapat tiga hal penting yang wajib dilakukan, yaitu.
1.      Instalasi Java Software (JDK & JRE)
2.      Konfigurasi Environment Variables untuk path Java
3.      Instalasi Pentaho

Mari kita mulai dengan langkah pertama.

1. Instalasi Java Software
Untuk mengecek apakah Java telah terinstall atau belum pada PC yg digunakan, dapat melalui Command Promt (CMD), lalu ketik java -version seperti gambar dibawah ini.

Apabila PC yang digunakan belum terinstall java sebelumnya, Java Software dapat diunduh melalui link berikut ini

2. Konfigurasi Environment Variables untuk path Java
Untuk membuka PDI Client, kita perlu mengatur konfigurasi Environment Variable untuk pathhh Java terlebih dahulu. Untuk mengatur konfigurasi, masuk ke Control Panel > System and Security > System lalu pilih Advanced System Settings. Untuk langkah selanjutnya dapat mengikuti seperti pada gambar di bawah ini.







3. Install Pentaho Data Integration (PDI)
Pentaho Data Integration dapat diunduh di >>>. Untuk mengunduh PDI ini cukup memilih pilihan Download dan sistem akan otomatis melakukan proses mengunduh.



Setelah proses unduh PDI selesai, selanjutnya adalah extract file PDI. Jalankan file Spoon.bat dan akan muncul halaman awal dari PDI seperti gambar di bawah ini dan proses instalasi telah selesai.




Minggu, 18 November 2018

Cloud Computing


Halo Semeton. Pernah mendengar istila Cloud Computing. Naah, kali ini kita akan membahas mengenai materi yang saya dapatkan di Program Studi Teknologi Informasi di mata kuliah Data Warehouse mengenai Cloud Computing dengan dosen bapak I Putu Agus Eka Pratama ST., MT.
Cloud Computing atau komputasi awan merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputasi dan pengembangan berbasis internet. Awan atau cloud adalah metafora dari internet sebagaimana awan sering digambarkan di diagram jaringan computer, awan dalam cloud computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Komputasi awan adalah suatu konsep umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna.
Cloud Computing memiliki 4 model pengembangan yaitu public, private, hybrid dan community.
      -        Public
Model pengembangan ini disediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat umum. Model pengembangan ini menggunakan jaringan internet yang memudahkan pengguna karena hanya perlu mendaftar atau bisa langsung menggunakan layanan yang ada.
     -        Private
Berbeda dengan public, model pengembangan ini hanya disediakan untuk memenuhi kebutuhan dari internal dari sebuah perusahaan. Jaringan yang digunakan untuk model ini yaitu menggunakan intranet. Model ini mejamin keamanan data karena dikelola sendiri oleh internal dari perusahaan tersebut.
      -        Hybrid
Model pengembangan ini menggabungkan antara public dan private dimana model pengembangan ini khusus di gunakan pada perusahaan yang memiliki kebutuhan khusus seperti pengerjaan yang dilakukan di luar internal perusahaan yang tidak dapat terhubung dengan intranet perusahaan.
      -        Community
Model pengembangan ini jarang diterapkan. Model ini memungkinkan perusahaan dalam menggunakan cloud di setiap unit perusahaan dan unit-unit tersebut memiliki cloud sendiri yang bersifat public, private atau hybrid.
Cloud Computing memiliki 3 jenis layanan yaitu Software as a Service, Platform as a Service dan Infrastructure as a Service.
      1.     SaaS (Software as a Service)
SaaS merupakan layanan dari cloud computing dimana pengguna hanya perlu memakai software yang telah disediakan seperti layanan email publik seperti Gmail, YahooMail, dsb.
      2.     PaaS (Platform as a Service)
Layanan cloud ini merupakan layanan yang tersedia dalam bentuk platform dan dapat dimanfaatkan pengguna untuk membuat aplikasi diatasnya seperti amazon web service, Microsoft azure, facebook dsb. Layanan PaaS dapat digunakan untuk membangun aplikasi, mengupload aplikasi testing dan mengatur konfigurasinya.
      3.     IaaS (Infrastructure as a Service)
IaaS menjadi layanan yang pada dasarnya merupakan fisik kotak server dan computer virtual. IaaS menyediakan perusahaan dengan sumber daya komputasi yang meliputi server, jaringan, storage dan ruang data center.
Cloud warehousing merupakan penggabungan antara data warehouse dengan cloud dimana cloud warehousing ini digunakan untuk kebutuhan pengguna yang semakin bervariasi menyangkut keamanan, kemudahan dan kehandalan data. Cloud warehousing juga dipengaruhi dengan maraknya penggunaan teknologi cloud.
Cloud warehousing ini memiliki 3 jenis arsitektur yaitu.  
     1.     Shared Nothing Architecture Cloud Warehousing
Data Warehouse dan Cloud computing masing – masing node memiliki memori, prosesor, dan media penyimpanan sendiri. Pilihan ini bersifat scalable, dapat disesuaikan dengan lingkup enterprise yang menggunakannya. Jenis arsitektur ini paling banyak diterapkan.
      2.     Shared Disk Architecture Cloud Warehousing
Pada arsitektur ini, terjadi penggunaan bersama DBMS yang digunakan pada Data Warehouse, storage/disk, di mana setiap node telah memiliki procesor dan memori sendiri. arsitektur ini bersifat lebih kompleks dibandingkan dengan Shared Nothing Architecture Cloud Warehousing
      3.     Shared Memory Architecture Cloud Warehousing
   Pada arsitektur ini, setiap node memiliki processor sendiri, namun berbagi memori bersama (shared memory). Arsitektur ini perlu mempertimbangkan adanya latency di dalam jaringan dan komunikasi data.
Cloud warehousing sangat layak untuk diterapkan. Namun ada beberapa kendala dan tatangan yang harus diperhatikan yakni Sumber daya komputasi yang digunakan, kemampuan dan dukungan sistem, kapasitas ruangan penyimpana dan memperhatikan sisi keamanan (sistem, jaringan, pengguna, policy, QoS).


Minggu, 11 November 2018

Penerapan ERP pada Perusahaan



  Halo Semeton. kali ini kita akan membahas mengenai materi yang saya dapatkan di Program Studi Teknologi Informasi di mata kuliah Enterprise Resource Planning mengenai bagaimana penerapan ERP pada perusahaan dengan dosen bapak I Putu Agus Eka Pratama ST., MT.
Pengolahan data dan informasi yang dimaksudkan dalam membantu ERP sendiri adalah keselarasan datanya dengan menggunakan ETL atau ELT serta proses pengambilan data dan analisa menggunakan konsep OLTP dan OLAP. Manajemen pengguna dan Data slacing (berhubungan dengan data multidimensi) merupakan objek yang harus diolah oleh ERP sehingga ERP mampu membedakan tugas dan batasan dari pengguna menurut levelnya.
        Data dan informasi diperoleh dari banyak sumber. Beberaa tools yang dapat mengolah data dan informasi ini adalah Data Warehouse/ Data Mart, OnLine Analitical Processing, Customer Relationship Management, Supply Chain Management, dan Business Intelligence.
1.      Data Warehouse/ Data Mart
Penerapkan Data Warehouse/ Data Mart pada perusahaan khususnya perusahaan berbasiskan data dan informasi dapat sangat membantu dalam pengumpulan, slacing data, dan analisa datanya. Untuk perusahaan yang memiliki unit kerja bahkan memiliki cabang yang letak gegrafisnya berbeda, penggabungan data warehouse dan data mart akan sangat disarankan.

2.      OnLine Analitical Processing (OLAP)
OnLine Analitical Processing merupakan sebuah konsep dimana data historis yang didapatkan dari berbagai sumber data dianalisa untuk mendapatkan output berupa informasi. Informasi ini dapat mendukung pengambilan keputusan oleh stakeholder perusahaan.

3.      Customer Relationship Management (CRM)
Data dan informasi yang tersimpan pada modul ini akan berhubungan dengan bisnis yang menyangkut habit, ketertarikan, dan keiinginan baik pengguna maupun calon pengguna akan produk perusahaan. Data akan dikumpulkan menggunakan machine learning untuk kemudian digunakan.

4.      Supply Chain Management (SCM)
Data dan informasi yang tersimpan pada modul ini berhubungan dengan pemasukan, distribusi bahan mentah, batang setengah jadi, dan barang jadi. SCM melakukan efektifitas dan efisiensi dari suppliers, manufacturers, warehouse dan stores untuk kepentingan perusahaan.

5.      Business Intelligence (BI)
Business Intelligence (BI) merupakan system atau software cerdas berbasiskan data dimana dapat mentransformasi dari data mentah menjadi informasi yang digunakan untuk kepentingan analisis bisnis. Tanpa adanya data, BI tidak dapat memproses data. Keadaan ini akan merugikan perusahaan.
Bentuk implementasi ERP pada perusahaan yang berbasiskan data dan informasi adalah pada modul aplikasi, Engine mengolah data, system terintegrasi, dan data terintegrasi.

1.      Modul Aplikasi
Seluruh modul ERP membutuhkan data untuk dapat memperoleh output. Modul Point of Sale (penjualan) membutuhkan data penjualan produk sehingga data tersebut dapat dikirimkan pada modul akuntansi dan keuangan untuk kemudian diolah dan menghasilkan output berupa laporan keuangan. 

2.      Engine Mengolah Data
Hasil akhir dari engine pengolahan data dapt berupa report, grafik, chart, dan lain- lain. untuk itu diperlukan inputan data sehingga engine dapat melakukan cleaning data, slacing data, dan analisa data, kemudian merepresentasikannya dalam bentuk report. Grafik, chart, dan sebagainya/

3.      Sistem Terintegrasi
Sistem terintegrasi membuat data didapatkan dari banyak sumber data. Hal ini karena satu server hanya akan menggunakan dan menyimpan 1 modul saja. Untuk itu diperlukan banyak server, sehingga sistem- sistem harus saling terintegrasi.

4.      Data Terintegrasi
Data akan bisa di integrasikan apabila data memiliki format dan struktur yang sama terlepas dari beragamnya sumber data. Untuk itu perusahaan perlu menentukan format dan strukur data perusahaannya sehingga integrasi pada level data dapat dilakukan dengan mudah.


Business Intelligence


  Halo Semeton. kali ini kita akan membahas mengenai materi yang saya dapatkan di Program Studi Teknologi Informasi di mata kuliah Data Warehouse. Namun untuk materi kali ini bukan lagi berkaitan langsung dengan Data Warehouse, melainkan perkembangannya yaitu mengenai Business Intelligence dengan dosen bapak I Putu Agus Eka Pratama ST., MT.
BI (Business Intelligence) merupakan system yang berbasiskan data dimana system ini dapat merubah data mentah menjadi sebuah informasi yang nantinya digunakan untuk kepentingan analisis bisnis. Data yang digunakan oleh BI merupakan data transaksional dan data historis dari usaha bisnis. BI sendiri memiliki fungsi yang salah satunya yaitu untuk membantu mengetahui karakter dari pelanggan, keadaan pasar dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan.
            Terdapat lima konsep dasar yang membuat BI berbeda dengan Data Warehouse yaitu, Data Slicing, Data analysis, situation awareness, risk analysis dan decision support.
1.    Data Slicing
BI dapat digunakan untuk memilah sumber data dengan melihat historis dari sumber data. Selain historis, dapat dilihat juga format data yang digunakan pada data yang akan di slicing harus lah sama agar proses slicing berjalan dengan mudah.

2.    Data Analysis
BI berfungsi menganalisi data yang telah di kumpulkan dari berbagai sumber data. Data yang dikumpulkan kemudian diambil knowledgenya lalu di lakukan analisa.

3.    Situation Awareness
BI memperhatikan environment atau lokasi bisnis sehingga pemilik usaha dapat mengetahui pemetaan datanya.

4.    Risk Analysis
Data hasil analisis BI dapat digunakan oleh stakeholder perusahaan untuk  melihat resiko atau akbat yang akan didapatkan apabila data atau informasi tersebut diterapkan. Resiko yang akan dihadapi dapat diminimalisir atau dicegah sedini mungkin. Contohnya adanya data corrupt sehingga akan membuat data susah untuk di slacing dan dianalisa. Pihak perusahaan dapat mencari solusi untuk menangani masalah tersebut.


5.    Decision support
Data yang dianalisa akan memberikan output informasi berupa report atau laporan yang akan diberikan oleh user level 2 kepada user level 1. Report ini akan menjadi factor pendukung pengambilan keputusan.

Contoh- contoh implementasi BI pada bidang bisnis adalah Executive Information System, Business Activity Monitoring, Decision Support System, Management Information System, Geographic Information System, dan lain- lain.
1.    Executive Information System (EIS)
Executive Information System adalah manajemen sistem informasi untuk memudahkan dan mendukung keterangan dan pembuatan keputusan yang dibutuhkan eksekutif senior dengan menyediakan kemudahan akses terhadap informasi baik dari dalam maupun dari luar yang relevan dengan tujuan organisasi.

2.    Business Activity Monitoring (BAM)
BAM berfungsi memonitoring semua aktivitas perusahaan sehingga didapatkan informasi dan knowledge-nya.

3.    Decision Support System (DSS)
Decision Support System merupakan bagian dari sistem informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau perusahaan.

4.    Management Information System (MIS)
Management Information System merupakan sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.

5.    Geographic Information System (GIS)
Geographic Information System merupakan sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan).  Apabila dikaitkan dalam dalam bidang bisnis, system ini akan membantu menentukan lokasi pelanggan, menentukan produk apa yang cocok dipasarkan pada wilayah tertentu, serta perusahaan dapat memberi jejak sehingga akan memudahkan pelanggan untuk mendekati perusahaan.

       BI Tools merupakan tools yang digunakan untuk mengimplementasikan BI itu sendiri. Tools ini terdiri dari 3 jenis yakni software, hardware, dan system. Contoh software atau modul yang biasa digunakan yakni Pentaho.



Minggu, 04 November 2018

Integrasi pada Data Warehouse

  Halo Semeton. kali ini kita akan membahas mengenai materi yang saya dapatkan di Program Studi Teknologi Informasi Universitas Udayana di mata kuliah Data Warehouse mengenai Integrasi pada Data Warehouse dengan dosen bapak I Putu Agus Eka Pratama ST., MT.

Integrasi merupakan sebuah sistem yang mengalami penyatuan sesuatu hingga menjadi utuh. Integrasi dalam teknologi memiliki banyak kegunaan diantaranya integrase dalam level data, level aplikasi dan level middleware.

Integrasi data adalah penggabungan data dari 2 atau lebih database yang berbeda dengan menjadikan data tersebut menjadi satu tempat penyimpanan atau Gudang data (Data warehouse) yang berfungsi sebagai alat untuk mempermudah user untuk melakukan Analisa.

Integrasi Aplikasi memiliki fungsi yang hampir sama dengan integrase data. Integrasi aplikasi akan menyatukan penggabungan aplikasi-aplikasi untuk mempermudah user untuk melakukan pertukaran data serta informasi antar aplikasi.
Integrasi middleware merupakan sistem perangkat lunak yang menawarkan jasa runtime untuk komunikasi, pelaksanaan integrasi aplikasi, pemantauan dan operasi.  Fungsi utama dari middleware adalah untuk membantu membuat pengembangan aplikasi sederhana. Hal ini dilakukan dengan menawarkan abstraksi pemrograman umum, menutupi heterogenitas, memberikan sistem operasi fundamental dan perangkat keras, dan masking tingkat rendah rincian pemrograman.

Tujuan adanya integrasi pada data warehouse adalah untuk menganalisa data sehingga instansi mendapatkan informasi dari sepotong data yang di dapatkan dengan melakukan mining yang di sebut dengan knowledge. Knowledge ini dapat digunakan dengan mengambil keputusan dan penentuan strategi.

            Contoh pengaplikasian integrase dapat dilihat dengan contoh schema berikut dengan contoh kasus dirjen pajak.

Implementasi Data Warehouse Terintegrasi terdapat pada Dirjen Pajak dimana data didapatkan dari 2 sumber data yakni Sumber data Internal dan Eksternal (Mengambil data dari social media masyarakat) lalu digudangkan didalam Data Warehouse. Data Warehouse yang telah dianalisa dapat dapat menghasilkan output berupa informasi. User Level 1, Level 2 dan Level 3 dengan mengakses Dashboard. User Level 3 akan membersihkan dan melakukan Slacing Data yang pada Data Warehouse.
Referensi:
I Putu Agus Eka Pratama. Handbook Data Warehouse. Penerbit Informatika. Bandung. 2017

Senin, 08 Oktober 2018

ERP dan Perusahaan Manufaktur


 Halo SemetonPernah mendengan Perusahaan Manufaktur? Apasih perusahaan manufaktur itu? Naah, kali ini kita akan membahas mengenai materi yang saya dapatkan di Program Studi Teknologi Informasi di mata kuliah Enterprise Resource Planning mengenai  ERP dan Perusahaan Manufaktur dengan dosen bapak I Putu Agus Eka Pratama ST., MT.
ERP atau enterprise resource planning merupakan sebuah sistem yang dapat digunakan dalam membantu pekerjaan setiap unit pada suatu perusahaan salah satunya perusahaan yang bergerak pada bidak manufaktur yang merupakan salah satu bidang yang paling banyak memperoleh manfaat dari implementasi ERP.
Bidang manufaktur merupakan salah satu bidang yang menerapkan penggunaan sejumlah alat dan media yang memiliki fungsi utama sebagai pengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi ataupun barang jadi yang kemudian akan didistribusikan ke distributor dan konsuman akhir. Alat dan media tersebut juga dapat membantuk untuk menjalankan dua atau lebih proses dengan melakukan integrasi terhadap komponen-komponen produk. Maka dari itu ERP akan sangat membantu mewujudkan dan melancarkan pekerjaan dari setiap unit-unit agar dapat mencapai tujuan perusahaan.
Penggunaan ERP pada bidang manufaktur memiliki beberapa modul-modul yang penting yang memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya diantaranya sebagai berikut.
1)  Tooling berhubungan dengan inventory dan capacity. Tooling merupakan modul yang mengatur penggunaan alat (tool) dan berfungsi kedatangan bahan mentah tepat waktu.
2)   Engineering Change Control adalah sebuah modul yang mendefinisikan otorisasi untuk penerapan engineering mulai dari petinggi perusahaan sampai pada konsumen akhir dari produk ataupun jasa.
3)     Serialization adalah modul yang mengatur pemilihan material dan serialisasi atas komponen yang dibuat menggunakan material tersebut.
4) Configuration Management digunakan untuk mempersingkat waktu review engineering melalui penyediaan knowledge base.
5)  Engineering Data Management adalah modul yang berfungsi untuk mempercepat manajemen dan pengiriman data.
6)  Just in Time berfungsi membantu bagian produksi untuk melakukan transisi jadwal produksi berdasarkan permintaan. Modul ini berkaitan dengan penambahan jumlah produk yang akan dipasarkan apabila produk tersebut mendapat sambutan baik dari konsumen. Penambahan jumlah ini akan mempengaruhi penambahan biaya, waktu, dan tenaga yang harus dipertimbangkan. Dengan adanya modul ini maka akan mempermudah dalam hal perhitungan biaya, waktu, dan tenaga perusahaan.
7) Quality Management adalah modul yang berfungsi untuk membantu benchmarking (perbandingan) kualitas produk. Modul ini biasanya membandingkan produk yang akan dipasarkan dengan produk competitor ataupun dengan produk sebelumnya (berinovasi) menyangkut fitur, penilaian daru konsumen serta harga.
8)  Material and Capacity Planning berfungsi membantu perencanaan ketersediaan bahan mentah dengan kebutuhan pembeli dan jumlah barang yang harus diproduksi.
9) Point of Sale merupakan modul yang memegang tanggung jawab terhadap pembelian barang langsung oleh konsumen (kasir/ proses tatap muka).
10)Keuangan dan akutansi merupakan modul yang berfungsi atas pengelolaan keuangan, transaksi, pembuatan buku besar, sampai pada pembuatan anggara belanja dalam per periode.

Selain modul-modul diatas, ada beberapa hal lain yang dapat menunjang keberhasilan suatu industri manufaktur seperti mekanisme kerja ERP yaitu:
1.   Peramalan (Forecasting)
Peramalan (forecasting) merupakan perkiraan yang berbasiskan data mengenai penjualan dan penggunaan produk. Peramalan ini dilakukan agar memperoleh kesimpulan atau keputusan mengenai jumlah dan kelayakan produk yang dibuat. Peramalan juga menggambarkan permintaan yang akan datang berdasarkan pada beberapa variable. Dalam mekanisme peramalan, akan diterima informasi dari perencanaan bisnis dan analisis penjualan, kemudian memberikan informasi kepada perencanaan produksi dan perencanaan keuangan. Mekanisme peramalan harus mengikuti perencanaan bisnis dan proses bisnis yang ada didalam perusahaan tersebut.
2.   Manufacturing Resource Planning
Manufacturing Resource Planning (MRP) atau perencanaan sumber daya manufaktur merupakan inti dari ERP pada industri manufaktur. MRP menerima informasi dari peramalan (forecasting), input pesanan (order entry), rekayasa (engineering), dan plant & equipment maintenance. MRP  juga bertanggung jawab untuk memberikan informasi mengenai hutang (accounts payable), piutang (accounts receivable), pengiriman (shipping), perencanaan bisnis, dan fungsi-fungsi lain dari perusahaan. Jadi,dapat disimpulkan bahwa ukuran – ukuran kinerja dari MRP dan diimbangi denganukuran – ukuran kinerja ERP dapat digunakan dalam aktivitas perencanaan bisnis pada perusahaan manufaktur.
3.   Akuntansi dan Keuangan
Akuntansi dan keuangan dalam industri manufaktur akan menangani fungsi seperti payroll, productcosting, hutang (accounts payable), piutang (accounts receivable), harta tetap (fixed assets), dan general ledger, yang berperan penting dalam perencanaan keuangan guna mendukung sistem ERP. Pada mekanisme akuntansi dan keuangan juga terdapat perencanaan kebutuhan tooling (alat-alat pembantu) untuk produksi yang merupakan komponen dari sistem ERP. ERP akan memberikan informasi berupa time–phased Net Tooling Requirements reporting, yang serupa dengan materials requirements reporting. Komponen tooling dari ERP menerima informasi dari MPS, manajemen persediaan, dan harta tetap, yang selanjutnya memberikan informasi kepada production scheduling, pembelian, dan general ledger.
4.   Engineering
Engineering merupakan mekanisme yang memegang peran penting pada ERP industri manufaktur. Informasi terkait engineering disimpan melalui bills of material (BOM) dan routing. Informasi yang disimpan kemudian diserahkan kepada bagian pembelian dan product costing. Engineering pada ERP dikendalikan oleh  Engineering Change Notice (ECN) number, date, dan product serial number(hardware dan software).
Pengimplementasian ERP dalam industri manufaktur perlu memperhatikan beberapa hal. Mulai dari berangkat dari proses bisnis existing yang bersifat best practice. ERP pada penerapannya sangat mengutamakan integrasi mulai dari sistem, data, sampai pada middleware yang digunakan untuk pendistribusian data. Penerapan ERP dalam perusahaan dapat berupa software atau sistem (kombinasi antara software dan hardware). ERp dapat diterapkan kapan saja dan oleh industry apa saja. Hal ini karena ERP bukan merupakan sebuah produk melainkan sebuah proses. Oleh karena itu ERP perlu diterapkan ada industry yang memiliki proses bisnis yang jelas.
ERP dapat diterapkan pada industri manufaktur apapun mulai skala kecil, menengah, sampai pada perusahaan yang memiliki skala besar dengan sejumlah cabang di tempat lain. Hal enting yang harus diperhatikan adalah adanya kejelasan proses bisnis, pemetaan kebutuhan industri dan perusahaan terhadap ERP, serta kepastian integrasi (sistem, data, middleware). Selain itu diperlukan SDM yang professional dibidang ERP, karena sejatinya lebih mudah menemukan software ERP dibandingkan SDM ERP yang handal.


Referensi:

Dhewanto, Wawan, Falahah. Enterprise Resource Planning : Menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis. Penerbit Informatika. Bandung. 2007.
Portougal, Victor, Sundaram, David. Business Processes : Operational Solutions for SAP Implementation. IRM Press. London. 2007.